Selasa, 26 November 2019

hello semuanya, semoga dalam keadaan sehat ya :)

berhubungan dengan kesehatan kali ini aku bakal membahas tentang penyakit kanker, khususnya kanker payudara,Kanker Payudara Kanker Payudara merupakan jenis kanker dengan presentase tertinggi di dunia dengan jumlah 40,3 % dari jumlah penduduk dunia. Begitu juga di Indonesia, menurut SIRS tahun 2010, jumlah pasien rawat inap dengan kanker payudara sebesar 28,7 % dari total penduduk Indonesia.



Apasih Kanker itu ?

 kanker yaitu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh sel atau jaringan tidak normal yang dapat berkembang sehingga mengganggu metabolisme tumbuh dan berkembang dengan cepat. Jika jaringan tersebut sudah berkembang pesat maka beberapa penyakit komplikasi dari penyakit ini juga bisa menyebar dengan cepat pula. Penyebaran kanker ini melalui jalan pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Semua unsur yang membentuk organ punya potensi untuk menyebarkan kanker. Diawali dari masa tumor, sel kanker bisa berkembang sangat ganas.



Hasil gambar untuk foto sakit kanker


nah, apasi Kanker Payudara itu?

Kanker payudara adalah pertumbuhan abnormal sel-sel payudara yang terkadang dapat dirasakan sebagai benjolan atau massa yang disebut tumor. Tumor terjadi ketika sel-sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan. Suatu tumor payudara dapat bersifat jinak (tidak bersifat kanker) atau ganas (bersifat kanker). Sel-sel yang bersifat kanker dapat menyebar di dalam payudara, ke kelenjar getah bening di ketiak Anda, dan ke bagian tubuh Anda yang lainnya.

Infografik mengenai gejala kanker payudara

Ciri-ciri Kanker payudara


  1. Timbulnya benjolan di Payudara,Benjolan juga tidak akan terasa sakit saat ditekan.
  2. Perubahan bentuk , ukuran dari payudara
  3. Puting mengeluarkan cairan berwarna cokelat kemerahan atau berdarah.
  4. Ukuran payudara besar sebelah yang tidak normal, yakni karena adanya benjolan.
  5. Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.
  6. Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut, yang menunjukkan ciri kanker payudara sudah menjalar ke area di sekitarnya. 
Apabila terdapat tanda- tanda seperti di atas, segera periksa ya, semakin dini cir-cirii kanker payudara stadium awal dikenali, maka semakin mudah sel kanker tersebut dihilangkan dari tubuh. Didektesi dengan :

1. Mamogram 

Mamogram adalah suatu prosedur skirining yang menggunakan mesin khusus untuk mengambil gambar payudara dengan sinar X. Gambar yang diperoleh dari sinar X memungkinkan untuk mendeteksi tumor yang bersifat kanker yang tidak dapat dirasakan oleh tangan, atau benjolan pada payudara yang belum bersifat kanker namun dapat berkembang menjadi tumor yang bersifat kanker. Saat ini mamogram merupakan salah satu alat skrining yang paling terpercaya untuk kanker payudara. Mamogram secara teratur dapat membantu mendeteksi kanker payudara secara dini, dan oleh sebab itu memungkinkan dilakukan pengobatan secara dini pula. Disarankan agar wanita yang berusia antara 40-49 tahun untuk melakukan mamogram setiap tahun.
2. MRI Payudara 
MRI (pencitraan resonansi magnetik) payudara merupakan prosedur skrining khusus yang mengambil gambar payudara menggunakan medan magnetik yang kuat dan gelombang radio. MRI payudara bukanlah pengganti mamogram. MRI payudara digunakan sebagai alat tambahan terhadap mammogram, biasanya bila pada mammogram ditemukan abnormalitas yang belum dapat disimpulkan sebagai benjolan yang bersifat kanker.
MRI payudara dapat digunakan untuk memberikan informasi yang mendetil kepada dokter mengenai posisi kanker karena ia menghasilkan gambar jaringan payudara. Ia juga digunakan untuk memeriksa lokasi tersebut setelah pengobatan untuk melihat apakah masih terdapat kanker.
Pada beberapa kasus, MRI payudara digunakan untuk skrining kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, misalnya mereka yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga atau wanita yang lebih muda yang memiliki kepadatan jaringan payudara yang tinggi.


Faktor Resiko Terjadinya Kanker Payudara

Sebenarnya sampai saat ini para peneliti masih belum dapat mengetahui secara pasti apa penyebab kanker payudara.
para peneliti juga sepakat bahwa riwayat medis atau gaya hidup seseorang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Beberapa faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab kanker payudara adalah:
1. Mutasi Gen 
 Gen mutasi ini adalah gen kanker 1 (BRCA1) dan gen kanker 2 (BRCA2).Kedua gen ini ditemukan pada kurang lebih 10 persen kasus pasien dengan kanker payudara. Meski begitu, untuk menjalani tes genetik ini umumnya Anda harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Kriteria ini dilihat dari riwayat kanker payudara di dalam keluarga dan usia di bawah 40 tahun.
2. Jenis Kelamin 
Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis kanker payudara dibanding pria. Ini karena pengaruh hormon seks wanita, khususnya estrogen dan progesteron. Selain itu, wanita yang mengalami menstruasi dini (sebelum 10 tahun), menopause setelah 55 tahun juga berisiko tinggi terhadap penyakit kanker payudara.
3. Usia 
Risiko wanita untuk mengalami kanker payudara semakin meningkat, jika usianya sudah menginjak 45 tahun atau lebih.
4. Genetik 
Menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center, mutasi genetik BRCA1 dan BRCA, sejauh ini adalah penyebab kanker payudara turunan yang paling umum.BRCA1 umumnya hanya akan memengaruhi risiko kanker payudara pada wanita, tapi mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor risiko kanker payudara baik pada wanita maupun pria.  Gen lainnya yang memiliki peran dalam kanker payudara turunan adalah ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan lain-lain
5. Etnis Tertentu 
Salah satu faktor penyebab kanker payudara lainnya adalah etnis. Wanita berkebangsaan Eropa dinilai lebih rentan dengan kanker payudara.
Meski begitu, wanita Afrika-Amerika memiliki peluang kelangsungan hidup yang sangat kecil untuk bertahan dari penyakit ini. Kanker payudara juga menjadi penyebab kematian utama pada wanita Hispanik.
Di Indonesia, kanker payudara menduduki peringkat pertama penyebab kematian pada wanita, mengalahkan sejumlah jenis kanker lainnya. Angka kematian akibat kanker payudara pada wanita mencapai 21,4 persen berdasarkan data profil mortalitas Kanker (Cancer Mortality Profile) yang dirilis oleh WHO tahun 2014.
6. Riwayat Medis Keluarga 
Faktor risiko lain yang berpotensi jadi penyebab kanker payudara adalah riwayat medis keluarga. Wanita berisiko lebih tingi terkena kanker payudara jika mereka memiliki hubungan darah langsung dengan orang yang terdiagnosis kanker payudara, misalnya ibu, kakak, atau anak.
7. Gaya Hidup 
Selain berbagai faktor penyebab kanker payudara yang sudah disebutkan di atas, beberapa kebiasaan gaya hidup juga secara tidak langsung ikut menjadi penyebab kanker payudara. Menurut American Cancer Society, gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara termasuk:
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Tidak memiliki anak atau belum hamil di atas usia 35 tahun
  • Memiliki anak pertama setelah berusia 35 tahun
  • Menggunakan KB hormon, seperti Pil KB atau suntik KB
  • Menggunakan terapi sulih hormon (hormon replacement therapy)
nah itu merupakan penyebab kanker payudarara.


Cara Pengobatan Kanker Payudara 

Ilustrasi kanker payudara. Getty Images/iStockphoto     Hasil gambar untuk alat untuk pengobatan kanker payudara


1. Pembedahan 
  • Oncoplastic surgery atau rekonstruksi payudara untuk kanker. Pembedahan ini dilakukan dengan cara mengambil lemak otot maupun kombinasi lemak otot dan kulit dari bagian tubuh lainnya. Misalnya area dekat ketiak atau pun perut. Kemudian lemak otot kulit, bahkan pembuluh dipindahkan ke bagian payudara yang terangkat.
  • Operasi pemasangan implan atau silikon.
  • Bedah konservatif, yaitu membuang sebagian kecil jaringan payudara yang terkena kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat tanpa mengangkat payudaranya.
  • Nipple-sparing mastectomy, yakni operasi pengangkatan jaringan payudara tapi menyisakan puting dan kulit di sekitarnya (areola). Jadi, yang diambil hanya isi payudara tersebut.
  • Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi). Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak dengan mempertahankan otot dinding dada yang tak terkena.
2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel-sel kanker dapat mengurangi risiko kekambuhan. Radiasi umumnya digunakan untuk bedah konservatif.

3. Kemoterapi 

Kemoterapi adalah terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk stadium IIIB. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan stadium IIB dan III untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali dan terutama diberikan pada stadium IV yang sudah menyebar ke organ lain.

4. Terapi Hormon 
Terapi hormon adalah jenis terapi kanker dengan menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya pada kanker pada payudara yang sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan lanjut untuk menentukan tipe kanker di payudara Anda.

5. Terapi Target 

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:
  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)
  • Imunoterapi
 udah pada tahukan seputaran tentang Kanker Payudara. yok kita bersama-sama cegah Kanker Payudara kerana Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati :). Dengan cara 
Hasil gambar untuk gambar orang sedang olahraga

1. Menjaga berat badan tetap ideal 
2. Hentikan kebiasaan merokok
3. menghindari minum minuman berakhol
4. Menyusui bayi secara teratur 

Semoga penjelasan tersebut bermafaat ya dan semoga kematian Akibat kanker payudara menurun. Terimakasi :). jangan lupa komen dan share ya :). 

sumber:

Nama : Dhea Lulu Fichriyah
No.BP: 1911213038
Mata Kuliah : Komunikasi Kesahatan
Dosen Pengampu : Emy Leonita,S.K.M., M.P.H
Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKM Unand 



70 komentar:

  1. Makasih infonya min wanita wajib tau mengenai ini :)

    BalasHapus
  2. makasih kak....
    pembahasan kakak sangat membantu

    BalasHapus
  3. informaso sangat oenting ini harus dibaca oleh setiap perempuan

    BalasHapus
  4. Mantap diak...semoga artikel ini bisa membantu menurunkan kasus kanker payudara terutama di indonesia
    Bersama kita pasti bisa💪💪

    BalasHapus
  5. Terimakasih infonya kaa sangat membantu:)

    BalasHapus
  6. Wahhh jadiii tau cara pengobatannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ka, tapi lebih baik dicegah ya kak ❤😊😊😊

      Hapus
  7. Makasi kakak cantik infonyw

    BalasHapus
  8. Jadi tau sekarang makasi ya

    BalasHapus
  9. Semogaw bermafaat ya kakak dhea

    BalasHapus
  10. Semoga bermafaat untuk semuanya ya

    BalasHapus
  11. Mantap sekarang tete gw nggk bengkak lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wadidaw, bisa di cek dulu kedokter kak :)
      untuk info lebih lanjut

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Asyapp hayoo jaga kesehatan gays

    BalasHapus
  14. Makasih kakak . Infonya sangat bermanfaat :)

    BalasHapus